ACEH UTARA –VOA.net_ Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dapat diselesaikan tepat waktu sehingga akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir bandang segera kembali normal.
Ia menegaskan kembali bahwa pembangunan tersebut harus berjalan sesuai jadwal dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Selain memastikan pembangunan Jembatan Bailey selesai tepat waktu, kunjungan ini juga bertujuan mengecek kesiapan operasional serta respons cepat jajaran Brimob dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana, sambungnya.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat meninjau langsung progres pembangunan jembatan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Jumat, 20 Februari 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari asistensi dan pengawasan guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Peninjauan itu diawali sekira pukul 09.15 WIB, Helikopter Polri tipe AW 169 yang membawa rombongan Kapolda Aceh mendarat di Lapangan Sepak Bola Desa Sawang.
Usai mendarat, rombongan bergerak menuju lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut yang menghubungkan Desa Lhok Cut dengan Blang Cut, Gunci, dan Kubu. Di lokasi tersebut, Kapolda Aceh meninjau langsung progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh personel Brimob Polri, sekaligus memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
Kapolda Aceh dalam kegiatan itu didampingi sejumlah pejabat utama, yakni, Dansat Brimob Polda Aceh, Karolog Polda Aceh, Direskrimsus Polda Aceh.
Kemudian juga hadir Kapolres Lhokseumawe, para pejabat utama Polres Lhokseumawe, Camat Sawang, serta para geuchik dari desa-desa terdampak banjir.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Riseh Tunong, tepatnya pada titik pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan desa tersebut dengan Dusun Cot Calang. Kedua jembatan tersebut sebelumnya putus total akibat diterjang banjir bandang, sehingga sempat menghambat mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Camat Sawang, Mazinuddin, S.Sos., bersama para geuchik menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Polri dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut. Mereka menilai keberadaan Jembatan Bailey sangat vital karena menjadi urat nadi penghubung antar desa sekaligus penopang utama roda perekonomian masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar