Hukum

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Perkuat Pendekatan Humanis Lewat Patroli Sambang di Kiwirok

  • Administrator
  • Senin, 30 Maret 2026
  • menit membaca
  • 11x baca
Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Perkuat Pendekatan Humanis Lewat Patroli Sambang di Kiwirok

 

Pegunungan Bintang – VOA.net_Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli sambang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (29/3), sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.

Kegiatan dilakukan di sejumlah titik aktivitas warga, termasuk area permukiman dan pasar tradisional. Dalam patroli tersebut, personel berdialog dengan warga untuk mendengar langsung situasi yang mereka hadapi, mulai dari kekhawatiran terhadap gangguan keamanan hingga kebutuhan dasar dalam aktivitas sehari-hari.

Seorang warga Kiwirok yang ditemui di sekitar pasar mengungkapkan bahwa kehadiran aparat mulai dirasakan berbeda dibanding sebelumnya. “Sekarang mereka sering datang, tanya kondisi kami, bukan hanya lewat saja. Jadi kami bisa sampaikan kalau ada masalah,” ujarnya.

Kiwirok sendiri merupakan salah satu wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan keamanan, termasuk gangguan dari kelompok bersenjata yang berdampak pada aktivitas masyarakat, seperti terbatasnya mobilitas warga, aktivitas perdagangan, hingga akses layanan publik.

Dalam konteks tersebut, patroli sambang tidak hanya difokuskan pada aspek pengamanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi. Personel terlihat membantu warga mengangkat barang dagangan, menyapa anak-anak, serta berbincang santai dengan masyarakat yang sedang beraktivitas. Interaksi sederhana ini menjadi bagian dari pendekatan yang berupaya membangun kepercayaan secara bertahap.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pendekatan humanis diterapkan melalui kehadiran langsung aparat di tengah aktivitas masyarakat.

“Patroli sambang ini tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dua arah. Personel kami turun langsung, berdialog, dan mendengar kebutuhan masyarakat agar langkah yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif melalui interaksi langsung. Dengan komunikasi yang terbangun, potensi gangguan keamanan dapat lebih dini diantisipasi, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk merasa lebih aman dalam beraktivitas,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, aktivitas masyarakat seperti jual beli di pasar dan interaksi warga terpantau berjalan tanpa gangguan. Beberapa pedagang tetap membuka lapak hingga siang hari, sementara anak-anak terlihat mulai kembali beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Patroli sambang ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Pegunungan Bintang, sekaligus membuka ruang kepercayaan antara masyarakat dan aparat melalui kehadiran yang konsisten dan komunikasi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar