Ekonomi

DIsdik Dayah Aceh bahas kemandirian ekonomi Dayah dengan Mertri Kreatif

  • Redaksi
  • Sabtu, 05 September 2026
  • menit membaca
  • 13x baca
DIsdik Dayah Aceh bahas kemandirian ekonomi Dayah dengan Mertri Kreatif

 Dinas Pendidikan Dayah Aceh bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta Pusat, Jumat, 4 September 2026.

Audiensi tersebut membahas sejumlah agenda strategis, terutama pemberdayaan ekonomi dayah, persiapan peringatan Hari Santri 2026, serta rencana pelaksanaan Expo Santri 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, bersama Komisi VII DPRA hadir dalam pertemuan tersebut. Turut hadir Anggota DPRA Romi Syahputra.

Dalam pembahasan, pemberdayaan ekonomi dayah menjadi salah satu perhatian utama. Dayah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi yang melibat para santri

di lingkungan dayah dinilai dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengasah keterampilan, kreativitas, sekaligus jiwa kewirausahaan. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi dayah maupun masyarakat.

Selain pemberdayaan ekonomi, pertemuan juga membahas persiapan Hari Santri 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat peran dan kontribusi santri dalam berbagai bidang kehidupan

Sementara itu, Expo Santri 2026 direncanakan menjadi wadah untuk menampilkan berbagai potensi, kreativitas, serta produk yang dihasilkan para santri dan dayah di Aceh.

Melalui expo tersebut, produk dan karya santri diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan dukungan ekosistem ekonomi kreatif.

Audiensi antara Disdik Dayah Aceh, Komisi VII DPRA dan Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonomi dayah.

Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar potensi dayah dan santri dapat dikembangkan secara berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di Aceh.ADV

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar